<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Langit Cerah Abustomih</title>
	<atom:link href="http://abustomih.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abustomih.wordpress.com</link>
	<description>Karena Hidup adalah untuk saling berbagi...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Sep 2008 06:09:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='abustomih.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/133a281c3b4d14d732398237243f24da?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Langit Cerah Abustomih</title>
		<link>http://abustomih.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Paradoks Demokrasi Popularita</title>
		<link>http://abustomih.wordpress.com/2008/09/26/paradoks-demokrasi-popularita/</link>
		<comments>http://abustomih.wordpress.com/2008/09/26/paradoks-demokrasi-popularita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 06:09:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abustomih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[kelaparan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abustomih.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[J KRISTIADI

The country has all the ingredients for success:
a stable democracy, a wealth of natural resources
and a large consumer market.
 But Indonesia is not keeping pace with Asia&#38;apos;s booming economies.
Majalah ”Time” edisi 12 September, 2008)
Kutipan dari artikel Michael Schuman di majalah Time di atas mewakili kegetiran rakyat Indonesia. Bangsa Indonesia memiliki semua persyaratan untuk berhasil: demokrasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=59&subd=abustomih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="txtartikelcetak"><em><strong>J KRISTIADI</strong></em></p>
<div id="article_body">
<p><em>The country has all the ingredients for success:</em></p>
<p><em>a stable democracy, a wealth of natural resources</em></p>
<p><em>and a large consumer market.</em></p>
<p><em> But Indonesia is not keeping pace with Asia&amp;apos;s booming economies.</em></p>
<p><em>Majalah ”Time” edisi 12 September, 2008)</em></p>
<p>Kutipan dari artikel Michael Schuman di majalah Time di atas mewakili kegetiran rakyat Indonesia. Bangsa Indonesia memiliki semua persyaratan untuk berhasil: demokrasi yang stabil, kekayaan alam yang melimpah, serta pasar yang besar. Akan tetapi, sayangnya Indonesia tidak melesat sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi Asia.</p>
<p>Justru sebaliknya, rakyat merasakan impitan kemiskinan yang kian menindih. Ada anggota masyarakat yang bertahun-tahun mengonsumsi daging sisa-sisa makanan hotel dan restoran yang dimasak bercampur zat pewarna tekstil. Bahkan, ada anggota masyarakat yang benar-benar secara harfiah mengonsumsi sampah buah dan sayuran di tempat pembuangan kotoran.</p>
<p>Sementara di Senayan, terbetik berita para wakil rakyat selain mengantre disuap, berkubang di tengah hujan duit (cek) bernilai ratusan juta, bahkan mungkin miliaran rupiah.</p>
<p>Tragedi yang sangat menyayat hati ini seharusnya membuka mata hati dan nurani para elite politik agar segera bertobat dan berhenti memburu kenikmatan di atas penderitaan rakyat.<a href="http://abustomih.files.wordpress.com/2008/09/strugling-with-shadows-weaving-a-future.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-60" title="rakyatku...oh rakyatku" src="http://abustomih.files.wordpress.com/2008/09/strugling-with-shadows-weaving-a-future.jpg?w=500&#038;h=355" alt="" width="500" height="355" /></a></p>
<p>Ungkapan yang menyatakan tidak ada asap tanpa api menjadi semakin valid dengan terbongkarnya skandal dan aib yang selama ini dicoba disembunyikan rapat-rapat. Aroma busuk transaksi politik di Senayan, baik itu dalam bentuk uji kepatutan dan kelayakan, dengar pendapat dengan departemen terkait, maupun proses membuat undang-undang, semakin menyengat baunya.</p>
<p>Harapan untuk meningkatkan kualitas para wakil rakyat pada Pemilu 2009 tampaknya tidak besar. Proses perekrutan politik untuk menentukan kandidat anggota parlemen mulai dari tingkat pusat sampai daerah hanya memperkuat bangunan oligarki dan dinasti politik.</p>
<p>Nilai-nilai luhur yang melekat dalam tatanan demokrasi, terutama asas persamaan warga negara, menjadi porak poranda karena amukan badai nafsu untuk mewujudkan ambisi kekuasaan. Mereka yang mempunyai ”darah biru” baik secara biologis-geneologis maupun hubungan patron-klien, memiliki privilese dan derajat lebih tinggi dibandingkan dengan anggota masyarakat lainnya.</p>
<p>Perekrutan politik dilakukan tanpa prinsip meritokrasi dan sangat kental dengan pertimbangan mediokriti (mediocre). Kursi wakil rakyat akan diisi oleh anak, adik, keponakan, dan kerabat para petinggi parpol, pejabat pemerintah, mulai dari presiden, mantan presiden, menteri, hingga pemimpin lembaga tinggi negara. Mereka akan menentukan nasib negara dan bangsa.</p>
<p>Para petinggi partai juga tidak segan-segan memanfaatkan atau menyalahgunakan kepopuleran seseorang meskipun sangat miskin pengalaman. Upaya lain adalah membuat program pencitraan seseorang agar seakan-akan menjadi humanis, peka terhadap penderitaan rakyat, dan berperilaku manis agar dikenal masyarakat.</p>
<p>Hampir dapat dipastikan proyek pencitraan itu tidak dapat menghasilkan kandidat yang mempunyai komitmen terhadap penderitaan rakyat. Popularitas hanya dijadikan daya tarik palsu untuk mencari simpati rakyat.</p>
<p>Namun, sejalan dengan tingkat perkembangan kesadaran politik masyarakat, sebagian publik tidak mudah lagi terkecoh dengan segala hal yang populer.</p>
<p>Kekalahan beberapa kandidat kepala daerah yang dianggap cukup populer, seperti Helmy Yahya, Qomar, Dicky Chandra, dan Syaiful Djamil, merupakan petunjuk bahwa eforia politik pencitraan yang melekat pada demokrasi prosedural sudah sampai ke titik jenuh.</p>
<p>Gejala tersebut juga mulai menegaskan bahwa sekadar populer tidak selalu berkorelasi dengan elektabilitas. Masyarakat semakin matang. Masyarakat juga tidak mudah lagi takluk dengan intimidasi dan tergiur oleh operasi serangan fajar dengan amunisi sembako atau sejenisnya.</p>
<p>Pengalaman tersebut mudah-mudahan semakin menyadarkan pemimpin partai politik kalaupun mencalonkan seseorang yang populer harus disertai dengan persyaratan lainnya. Misalnya, rekam jejak prestasi dan kepedulian terhadap keprihatinan masyarakat, gigih memperjuangkan nasib kaum yang termarjinalkan, hak-hak perempuan, buruh, dan budaya multikultural.</p>
<p>Oleh sebab itu, partai-partai politik harus melanjutkan kaderisasi yang memihak pada kepentingan rakyat serta pemerintahan yang bersih. Parpol tak bisa lagi sekadar memoles orang tanpa bekal yang memadai.</p>
<p>Ranah politik adalah medan perjuangan yang memerlukan investasi jangka panjang untuk menghasilkan kader-kader yang andal. Ibaratnya seperti menanam pohon jati yang kokoh dan kuat, bukan menanam pohon jagung atau pohon pisang yang hanya beberapa bulan berbuah, tetapi kemudian terus mati.</p></div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abustomih.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abustomih.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abustomih.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abustomih.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abustomih.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abustomih.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abustomih.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abustomih.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abustomih.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abustomih.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=59&subd=abustomih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abustomih.wordpress.com/2008/09/26/paradoks-demokrasi-popularita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d22fcd0e3d04dec31b7b216cff8f981?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abustomih.files.wordpress.com/2008/09/strugling-with-shadows-weaving-a-future.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rakyatku...oh rakyatku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>puisi jiwa pengantar tidur</title>
		<link>http://abustomih.wordpress.com/2008/09/13/puisi-jiwa-pengantar-tidur/</link>
		<comments>http://abustomih.wordpress.com/2008/09/13/puisi-jiwa-pengantar-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 15:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abustomih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abustomih.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[
untuk kamu yang terlelap dalam lelah dan asa
untukmu yang berbaring dalam balutan malam yang meneduhkan
selamat istirahat wahai peneduh jiwa
semoga esok pagi menghangatkanmu dengan surya
dan malam ini biarlah rembulan meniupkan kantuk dan membelaimu
kala tubuhmu terlelap dalam syahdunya malam ramadhan
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=55&subd=abustomih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="entry">
<p>untuk kamu yang terlelap dalam lelah dan asa</p>
<p>untukmu yang berbaring dalam balutan malam yang meneduhkan</p>
<p>selamat istirahat wahai peneduh jiwa</p>
<p>semoga esok pagi menghangatkanmu dengan surya</p>
<p>dan malam ini biarlah rembulan meniupkan kantuk dan membelaimu</p>
<p>kala tubuhmu terlelap dalam syahdunya malam ramadhan</p></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abustomih.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abustomih.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abustomih.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abustomih.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abustomih.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abustomih.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abustomih.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abustomih.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abustomih.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abustomih.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abustomih.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abustomih.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=55&subd=abustomih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abustomih.wordpress.com/2008/09/13/puisi-jiwa-pengantar-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d22fcd0e3d04dec31b7b216cff8f981?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Invitasi dari UNJ, DISKUSI MIGAS</title>
		<link>http://abustomih.wordpress.com/2008/09/11/invitasi-dari-unj-diskusi-migas/</link>
		<comments>http://abustomih.wordpress.com/2008/09/11/invitasi-dari-unj-diskusi-migas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 14:09:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abustomih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abustomih.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[DISKUSI PUBLIK
Tema: &#8220;reformasi kebijakan energi dan pengelolaan energi nasional
untuk kesejahteraan rakyat&#8221;
keynote : Ir. Marwan Batubara M.Si. (DPD RI &#8211; KPKN)
1. Dirjen MIGAS ESDM Dr. Evita Legowo (pemerintah)
2. Ikhsanuddin Noorsy (Pengamat politik dan ekonomi)
3. Pengamat Perminyakan Dr. Kurtubi (Akademisi)
4. Anggota Komisi VII Ir. Tjatur Sapto Edy (Parlemen)
5. Reforminer Institute Dr. Pri Agung Rahmanto (LSM)
6. Presdir PT [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=51&subd=abustomih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>DISKUSI PUBLIK</p>
<p>Tema: &#8220;reformasi kebijakan energi dan pengelolaan energi nasional<br />
untuk kesejahteraan rakyat&#8221;</p>
<p>keynote : Ir. Marwan Batubara M.Si. (DPD RI &#8211; KPKN)</p>
<p>1. Dirjen MIGAS ESDM Dr. Evita Legowo (pemerintah)<br />
2. Ikhsanuddin Noorsy (Pengamat politik dan ekonomi)<br />
3. Pengamat Perminyakan Dr. Kurtubi (Akademisi)<br />
4. Anggota Komisi VII Ir. Tjatur Sapto Edy (Parlemen)<br />
5. Reforminer Institute Dr. Pri Agung Rahmanto (LSM)<br />
6. Presdir PT MEDCO Power Indonesia Ir. Fazil E. Alfitri (Profesional)</p>
<p>FREE OF CHARGE</p>
<p>KAMIS 18 September 2008. bertempat di Aula Perpustakaan UNJ Lt.1<br />
jl.rawamangun muka no. 1 jakarta timur.<br />
kegiatan berlangsung dari pkl 13.00-18.30</p>
<p>kegiatan akan di lanjutkan dengan<br />
1. BAKTI SOSIAL UNJ BERBAGI DENGAN ANAK YATIM PIATU RAWAMANGUN<br />
2. Buka Puasa Bersama Teritori III BEM SI.</p>
<p>Mohon calon partisipan Konfirmasi kehadiran.karena tempat terbatas.</p>
<p>registrasi via email atau SMS<br />
SMS: Eman 0856 7245 222 (koord. Pusgerak Green Force BEM UNJ)<br />
Email : <a href="http://groups.yahoo.com/group/BEM-SI/post?postID=ObfYnN5W2Qg9Ee5s3Z6ck-rm_oa2EimpyGIvVs5-zYfeThNBKrVFh3Hbw8Q14yepGmv9ThQJOW-baIU">seoborgium@&#8230;</a> atau <a href="http://groups.yahoo.com/group/BEM-SI/post?postID=rin27Y4O6PwFiE6OVQvgQWhXQByhBH4_FQTj3nnYyHdkt28PuxRhoK4Tny309A80zTgILn-4HFrOdYlFQg">ravacevic@&#8230;</a><br />
registrasi akhir 17 september 2008 pukul 18.00</p>
<p>regards.</p>
<p>Abustomih</p>
<p>Mensospol BEM UNJ</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abustomih.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abustomih.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abustomih.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abustomih.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abustomih.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abustomih.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abustomih.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abustomih.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abustomih.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abustomih.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abustomih.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abustomih.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=51&subd=abustomih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abustomih.wordpress.com/2008/09/11/invitasi-dari-unj-diskusi-migas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d22fcd0e3d04dec31b7b216cff8f981?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sebuah persembahan&#8230;</title>
		<link>http://abustomih.wordpress.com/2008/09/07/sebuah-persembahan/</link>
		<comments>http://abustomih.wordpress.com/2008/09/07/sebuah-persembahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 16:04:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abustomih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Redaksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abustomih.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Kami memahami, bahwa bangsa dan negara ini sedang menangis, rakyatnya kelaparan, hartanya dijarah, dan kekayaannya dicuri. Ia membutuhkan pahlawan-pahlawan yang mampu membawa perubahan dan perbaikan, orang-orang yang mau merebut takdirnya sebagai pahlawan negeri ini. Karenanya kami bertekad untuk menjadi bagian dari jalan perbaikan, jalan perjuangan.
Kami menyadari, bahwa perenungan saja tidak cukup, kesedihan berkepanjangan tidak berguna, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=48&subd=abustomih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,sans-serif;">Kami memahami, bahwa bangsa dan negara ini sedang menangis, rakyatnya kelaparan, hartanya dijarah, dan kekayaannya dicuri. Ia membutuhkan pahlawan-pahlawan yang mampu membawa perubahan dan perbaikan, orang-orang yang mau merebut takdirnya sebagai pahlawan negeri ini. Karenanya kami bertekad untuk menjadi bagian dari jalan perbaikan, jalan perjuangan.</p>
<p>Kami menyadari, bahwa perenungan saja tidak cukup, kesedihan berkepanjangan tidak berguna, bahkan jerit tangis sia-sia. Ia membutuhkan gerakan dan kontribusi yang nyata, tidak hanya sekedar retorika belaka. Maka kami bergerak, sepenuh hati untuk memberikan kontribusi, tanpa peduli seberapa besar hasilnya. Karena yang kami inginkan hanyalah berusaha, bekerja, dan memberikan yang terbaik yang kami bisa.</p>
<p>Kami mengetahui, bahwa jalan ini sangat panjang, bahkan menembus rentang usia dan waktu yang kami punya. Di dalamnya ada banyak cobaan dan godaan yang mampu menyakitkan dan memalingkan hati, melelahkan fisik kami yang penuh keterbatasan, bahkan berkali-kali membuat air mata kami mengalir. Karenanya kami bersatu dalam ikatan persaudaraan. Kami bersaudara untuk saling mengingatkan, menguatkan, dan meneguhkan.</p>
<p>Kami meyakini, bahwa dunia hanyalah sementara. Popularitas, pujian, harta benda, bukanlah harga yang pantas bagi perjuangan kami. Perjuangan ini tidak layak dikotori oleh keinginan dan ambisi pribadi. Oleh karena itu, kami mengikhlaskan hati, hanya untuk Ridho Ilahi.</p>
<p>Kami menginsafi, bahwa perjuangan tak bisa dilaksanakan dengan setengah hati, setengah tenaga, setengah perhatian. Ia membutuhkan komitmen, konsistensi, dan kesetiaan. Oleh karenanya, kami menanamkan dalam hati, untuk totalitas dalam berjuang.</p>
<p>Kepada Tuhan, bangsa, negara, dan tanah air yang kami cintai.<br />
Kami Persembahkan.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<div id="attachment_49" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://abustomih.files.wordpress.com/2008/09/demo-mahasiswa.jpg"><img class="size-full wp-image-49" title="sebuah perjuangan" src="http://abustomih.files.wordpress.com/2008/09/demo-mahasiswa.jpg?w=400&#038;h=272" alt="abustomih" width="400" height="272" /></a><p class="wp-caption-text">abustomih</p></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abustomih.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abustomih.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abustomih.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abustomih.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abustomih.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abustomih.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abustomih.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abustomih.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abustomih.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abustomih.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abustomih.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abustomih.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=48&subd=abustomih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abustomih.wordpress.com/2008/09/07/sebuah-persembahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d22fcd0e3d04dec31b7b216cff8f981?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abustomih.files.wordpress.com/2008/09/demo-mahasiswa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sebuah perjuangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peran Mahasiswa: Reaktualisasi peran mahasiswa dalam gejolak peradaban</title>
		<link>http://abustomih.wordpress.com/2008/09/07/peran-mahasiswa-reaktualisasi-peran-mahasiswa-dalam-gejolak-peradaban/</link>
		<comments>http://abustomih.wordpress.com/2008/09/07/peran-mahasiswa-reaktualisasi-peran-mahasiswa-dalam-gejolak-peradaban/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 15:57:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abustomih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[bem si abustomih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abustomih.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Mahasiswa dengan kegagahan intelektualitasnya, ketegaran jasmani dan mentalitasnya yang pantang menyerah merupakan berkah bagi bangsa yang tengah dirundung duka ini. Peran pemuda terhadap bangsa yang menuju kehancuran ini merupakan peran yang sangat vital yang tidak bisa digantikan oleh siapapun entitas dinegara ini.
Peran pertama adalah menjadi inisiator perubahan,
mahasiswa adalah pelopor kebangkitan yang nyata berkontribusi tak kenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=45&subd=abustomih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">Mahasiswa dengan kegagahan intelektualitasnya, ketegaran jasmani dan mentalitasnya yang pantang menyerah merupakan berkah bagi bangsa yang tengah dirundung duka ini. Peran pemuda terhadap bangsa yang menuju kehancuran ini merupakan peran yang sangat vital yang tidak bisa digantikan oleh siapapun entitas dinegara ini.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">Peran pertama adalah menjadi <strong>inisiator perubahan</strong>,</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">mahasiswa adalah pelopor kebangkitan yang nyata berkontribusi tak kenal lelah memanifestasikan diri dalam derak langkah perubahan bangsa ini, ditiap perubahan maka mahasiswa adalah pengibar gagasannya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">Peran kedua adalah sebagai <strong>galvanisator pergerakan</strong>,</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">perubahan membutuhkan pergerakan, mau berubah berarti harus bergerak. Untuk bergerak dibutuhkan mesin-mesin yang siap melaju dan membangkitkan negara ini dari keterpurukannya dengan aksi-aksi nyata dilapangan merekalah yang menjadi galvanisator pergerakan, karena ditiap gagasan maka merekalah pelaku sejarahnya</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">peran ketiga sebagai <strong>arsitek peradaban</strong>,</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">mereka adalah manusia-manusia cerdas yang mampu membuat rancang bangun peradaban indonesia menuju indonesia yang di cita-citakan yakni indonesia yang adil makmur dan sejahtera. Mereka siap dengan konsep terumit dan langkah-langkah strategis dalam membina derak langkah perjuangan yang berkesinambungan dengan visi besar yang mereka gagas.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">&#8220;jika keringat, darah dan air mata ini mampu membuat peradaban ini menjadi lebih baik, maka kami mahasiswa indonesia siap melepaskan jiwa dengan senyum yang paling menawan&#8230;&#8221;</p>
<div id="attachment_46" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://abustomih.files.wordpress.com/2008/09/1217072820_bendera.jpg"><img class="size-full wp-image-46" title="my blood to my civilization" src="http://abustomih.files.wordpress.com/2008/09/1217072820_bendera.jpg?w=150&#038;h=88" alt="abustomih" width="150" height="88" /></a><p class="wp-caption-text">abustomih</p></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abustomih.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abustomih.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abustomih.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abustomih.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abustomih.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abustomih.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abustomih.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abustomih.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abustomih.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abustomih.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abustomih.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abustomih.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=45&subd=abustomih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abustomih.wordpress.com/2008/09/07/peran-mahasiswa-reaktualisasi-peran-mahasiswa-dalam-gejolak-peradaban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d22fcd0e3d04dec31b7b216cff8f981?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abustomih.files.wordpress.com/2008/09/1217072820_bendera.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">my blood to my civilization</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>diantara berjuta cinta</title>
		<link>http://abustomih.wordpress.com/2008/08/19/diantara-berjuta-cinta/</link>
		<comments>http://abustomih.wordpress.com/2008/08/19/diantara-berjuta-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 02:03:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abustomih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abustomih.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[
Kehidupan ini rasanya tak pernah dapat dilepaskan dari apa yang dinamakan ‘cinta’. Dengannya menjadi semarak dan indah dunia ini. Lihat saja, bagaimana seorang bapak begitu bersemangat dalam beraktivitas mencari nafkah, tak lain karena dorongan cintanya terhadap anak dan isterinya. Seorang yang lain pun begitu semangatnya menumpuk harta kekayaan, karena sebuah dorongan cinta terhadap harta benda, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=39&subd=abustomih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="snap_preview">
<p>Kehidupan ini rasanya tak pernah dapat dilepaskan dari apa yang dinamakan ‘cinta’. Dengannya menjadi semarak dan indah dunia ini. Lihat saja, bagaimana seorang bapak begitu bersemangat dalam beraktivitas mencari nafkah, tak lain karena dorongan cintanya terhadap anak dan isterinya. Seorang yang lain pun begitu semangatnya menumpuk harta kekayaan, karena sebuah dorongan cinta terhadap harta benda, demikian pula mereka yang cinta kepada kedudukan, akan begitu semangat meraih cintanya.<br />
Itu semua adalah beberapa contoh dari berjuta cinta yang ada. Meskipun kesan yang banyak dipahami orang tentang cinta, identik dengan apa yang terjadi antara seorang pemudi dan pemuda. Padahal cinta tak hanya sebatas itu saja.</p>
<p>Ternyata masalah cinta memang tidak sederhana. Ada cinta yang bernilai agung lagi utama, namun ada pula cinta yang haram dan tercela. Cinta sendiri kalau dilihat menurut islam, maka dapat dikategorikan menjadi tiga bentuk. Kita semestinya tahu tentang model cinta tersebut untuk kemudian mampu memilih mana cinta yang mesti kita lekatkan di hati, mana pula cinta yang mesti kita tinggalkan sejauh-jauhnya.</p>
<p>Cinta kepada Allah<br />
Cinta model ini adalah cinta yang paling utama. Bahkan kata ulama kita, cinta kepada Allah adalah pokok dari iman dan tauhid seorang hamba. Karena memang Allah sajalah satu-satunya dzat yang patut diberikan rasa cinta.<br />
Segala cinta, kalau kita buat peringkat maka nyatalah bahwa cinta kepada Allah adalah puncaknya. Ia adalah yang tertinggi, paling agung dan paling bermanfaat. Begitu bermanfaat cinta kepada Allah ini, sehingga tangga-tangga menuju kepadanya pun merupakan hal-hal yang bermanfaat pula. Diantaranya berupa taubat, sabar dan zuhud. Apabila cinta diibaratkan sebuah pohon maka ia pun akan menghasilkan buah-buah yang bermanfaat seperti rasa rindu dan ridha kepada Allah.</p>
<p>Mengapa kita mesti cinta kepada Allah ? banyak sekali alasannnya. Diantaranya adalah karena Allah lah yang memberikan nikmat kepada kita, bahkan segala nikmat. Sedangkan hati seorang hamba tercipta untuk mencinta orang yang memberikan kebaikan kepadanya. Kalau demikian, sungguh sangat pantas apabila seorang hamba cinta kepada Allah, karena Dialah yang memberikan semua kebaikan kepada hamba.</p>
<p>“Dan apa-apa nikmat yang ada pada kalian , maka itu semua dari Allah”<br />
(QS Al Baqarah : 165)</p>
<p>Seorang hamba di setiap pagi dan petang, siang dan malam selalu berdoa, memohon dan meminta pertolongan kepada Allah. Dari doa tersebut kemudian Allah memberikan jawaban, menghindarkan hamba dari bahaya, memenuhi kebutuhan hamba tadi. Keterikatan ini mendorong hati untuk mencinta kepada dzat tempat ia bermohon.</p>
<p>Setiap insan pun tak lepas dari dosa dan kesalahan, maka Allah selalu membuka pintu taubat kepada hamba tadi, bahkan Allah tetap memberikan rahmah meski hamba kadang tidak menyayangi dirinya sendiri. Kebaikan-kebaikan yang dibuat hamba, tak ada sesuatu pun yang mampu diharap untuk memberi balasan dan pahala kecuali Allah semata.</p>
<p>Terlebih lagi, Allah telah menciptakan hamba, dari sesuatu yang tak ada menjadi ada. Tumbuh, berkembang dengan rizki dari Allah Ta’ala. Maka ini menjadi alasan kenapa hamba semestinya cinta kepada Allah.</p>
<p>Cinta memang menuntut bukti. Tak hanya sekedar ucapan, seperti pepatah orang arab ’semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila namun si Laila tak pernah mengakuinya’. Dan wujud cinta ilahi dibuktikan dengan</p>
<p>“Katakanlah apabila kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku (Rasulullah) maka Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian” (QS Ali Imran : 31)</p>
<p>mengikuti sunah nabi dan juga berjihad di jalan Allah Ta’ala.</p>
<p>Cinta karena Allah / cinta di jalan Allah<br />
Cinta karena Allah tentu saja mengikuti cinta yang pertama. Seperti dalam kehidupan, ketika kita cinta kepada seseorang maka apa yang dicintai oleh orang yang kita cinta pun kita sukai pula. Cinta karena Allah adalah cinta kepada ‘person’ yang dicinta Allah seperti para nabi, rasul para sahabat nabi dan orang-orang shalih. Cinta karena Allah jua berujud cinta kepada perbuatan shalih seperti shalat, puasa zakat, berbakti kepada orang tua, memuliakan tetangga, berakhlaq mulia, menuntut ilmu syar’i dan segala perbuatan baik yang lain. Dengan demikian, ketika seoarng muslim mencinta seseorang atau perbuatan maka ia punya sebuah barometer “apakah hadir pada perbuatan maupun orang tadi hal yang dicinta Allah”. Bagaimana kita tahu kalau suatu perbuatan dicinta Allah? Jawabnya adalah, apabila Allah perintahkan atau diperintahkan Rasulullah berupa hal yang wajib maupun yang sunnah(mustahab).<br />
Cinta yang disyariatkan diantaranya adalah cinta kepada saudara seiman</p>
<p>“Tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai mencintai saudaranya sesama muslim sebagaimana mencintai dirinya sendiri” (HR Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Cinta ini bermanfaat bagi pelakunya sehingga mereka layak mendapatkan perlindungan Allah di hari tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah saja.</p>
<p>Cinta bersama Allah<br />
Kecintaan ketiga ini adalah cinta yang terlarang. Cinta bersama Allah berarti mencintai sesuatu selain Allah bersama kecintaan kepada Allah. Membagi cinta, adalah model cinta yang ketiga ini. Kecintaan ini hanyalah milik orang-orang musyrik yang mencintai sesembahan-sesembahan mereka bersama cinta kepada Allah. Seperti firman Allah:<br />
“Dan diantara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan, yang mereka mencintai tandingan tadi sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat besar cinta mereka kepada Allah “<br />
(QS Al Baqarah : 165)</p>
<p>Kecintaan ini bisa ditujukan kepada pohon, berhala, bintang, matahari, patung , malaikat, rasul dan para wali apabila kesemuanya dijadikan sesembahan selain Allah.</p>
<p>Terus bagaimana cinta kita kepada anak, harta, pakaian, nikah dan kepada hal yang berhubungan dunia ? Cinta yang seperti ini adalah cinta yang disebut sebagai “cinta thabi’i” cinta yang sesuai dengan tabiat artinya wajar-wajar saja. Apabila mengikuti kecintaan kepada Allah, mendorong kepada ketaatan maka ia bermuatan ibadah. Sebaliknya bila mendorong kepada kemaksiatan maka ia adalah cinta yang tercela dan terlarang.</p></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abustomih.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abustomih.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abustomih.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abustomih.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abustomih.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abustomih.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abustomih.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abustomih.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abustomih.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abustomih.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abustomih.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abustomih.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=39&subd=abustomih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abustomih.wordpress.com/2008/08/19/diantara-berjuta-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d22fcd0e3d04dec31b7b216cff8f981?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mush&#8217;ab bin umeir</title>
		<link>http://abustomih.wordpress.com/2008/08/19/mushab-bin-umeir/</link>
		<comments>http://abustomih.wordpress.com/2008/08/19/mushab-bin-umeir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 01:54:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abustomih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abustomih.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[                                Utusan Sang Utusan

        Sepulang dari mengikat janji dengan RasuluLlah di lembah Aqabah, ummat 
Islam Yastrib segera [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=37&subd=abustomih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><pre style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">                                <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Utusan Sang Utusan</span></span></span>

<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Sepulang dari mengikat janji dengan RasuluLlah di lembah Aqabah, ummat </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Islam Yastrib segera pulang kembali ke kotanya dan mulai menyusun strategi </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">da'wah yang akan diterapkan di Yastrib. Situasi "ipoleksus" Yastrib saat itu </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">benar-benar memerlukan pemikiran dan kerja bersama untuk menghadapinya. Saat </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">itu jalur ekonomi dan politik dikuasai oleh orang-orang Yahudi. Sistem riba </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">yang diterapkan Yahudi sangat mengganggu roda perekonomian, dimana kesenjangan </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">antara kaya dan miskin teramat kentara.</span></span></span>

<span style="color:#000000;">    <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Sementara itu kesatuan masyarakat Yastrib yang terdiri dari berbagai </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">suku, selalu dalam kondisi terpecah dan saling curiga, ditambah dengan intrik-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">intrik Yahudi yang selalu meniupkan rasa permusuhan di antara mereka. Opini </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">umum saat itu juga dikuasai Yahudi. Kedaan diperparah dengan kepercayaan tradisi </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">leluhur dan animisme yang membelenggu cara berpikir masyarakat. Singkatnya, </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">jalan da'wah di Yastrib masih terasa teramat sulit.</span></span></span>

<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Hasil pengamatan lapangan ini semua memerlukan analisis dan penyusunan </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">strategi yang briliant, dan juga sekaligus "bil hikmah" serta "istiqomah". </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Perlu pendekatan kompromistis tanpa harus menyelewengkan nilai-nilai al-Islam. </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Mereka berpikir keras dan menyusun strategi. Akhirnya diputuskan untuk menempuh </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">jalan da'wah sirriyyah (da'wah secara diam-diam).</span></span></span>

<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Dalam musyawarah pasca Aqabah itu, diputuskan juga untuk menugaskan </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">seseorang untuk menghadap RasuluLlah, meminta kepada beliau untuk mengirimkan </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">seorang da'i dan instruktur ke Yastrib. Da'i ini dipandang sangat perlu untuk </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">mengajar "alif-ba-ta"nya ajaran-ajaran Al-Qur'an, sekaligus menjadi "uswah" </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">mereka dalam cara hidup yang Islami. Menurut mereka inilah cara terbaik untuk </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">meningkatkan akselerasi da'wah di Yastrib, tanpa harus kehilangan arah.</span></span></span>

<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">RasuluLlah sangat menghargai nilai strategis yang telah diputuskan oleh </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">kaum muslimin Yastrib, beliau juga sangat memahami obsesi yang mereka miliki </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">saat itu. Akhirnya, beliau memutuskan untuk mengabulkan permohonan delegasi </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Yastrib, serta menunjuk Mush'ab al Khair bin 'Umair RA. Tentunya bukan tanpa </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">alasan RasuluLlah memilih pemuda pendiam yang satu ini. Beberapa sisi kehidupan </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">yang ada pada diri Mush'ab sangat menentukan dalam mengantarkannya menduduki </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">jabatan penting ini. Ia adalah kader RasuluLlah hasil binaan dan tempaan madrasah </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Arqom bin Arqom. Dengan begitu kualitas dan taat asasnya sangat terjamin.</span></span></span>

<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Mush'ab  adalah tipe muslim yang mengutamakan banyak kerja. Dengan sikap </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">"sami'na wa atho'na", Mush'ab menerima tugas yang diamanahkan RasululuLlah ke </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">atas pundaknya. Jadilah ia seorang utusan dari Sang Utusan. Dengan segera, </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">sesampainya di Yastrib, Mush'ab menemui para naqib (pimpinan kelompok) yang </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">ditunjuk RasuluLlah di Aqabah. Dengan mereka, Mush'ab membuat outline langkah-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">langkah da'wah yang akan mereka lakukan. Untuk menghindari benturan langsung </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">dengan masyarakat Yahudi, yang saat itu sangat geram karena mengetahui bahwa </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Nabi Terakhir ternyata bukan dari kalangan mereka, Mush'ab menetapkan untuk </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">mempertahankan jalan da'wah secara sirriyyah. Disamping itu, ditetapkan untuk </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">mempertinggi intensitas da'wah kepada beberapa kabilah, terutama Aus dan Khajraj, </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">karena kedua kabilah ini dinilai sangat potensial dan merupakan kunci dalam </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">memudahkan jalan da'wah.</span></span></span>

<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Mush'ab bin Umair terjun langsung memimpin para naqib dalam berda'wah. </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Beliau berda'wah tanpa membagi-bagikan roti dan nasi atau jampi-jampi. Ia </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">meyakini Islam ini adalah dienul-haq, dan harus disampaikan dengan haq (benar) </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">pula, bukan dengan bujukan apalagi paksaan. Mush'ab terkenal sangat lembut </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">namun tegas dalam menyampaikan da'wahnya, termasuk ketika ia diancam dengan </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">pedang oleh Usaid bin Khudzair dan Sa'ad bin Muadz, dua pemuka Bani Abdil Asyhal. </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Dengan tenang, Mush'ab berkata: "Mengapa anda tidak duduk dulu bersama kami </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">untuk mendengarkan apa yang saya sampaikan? Bila tertarik, alhamduliLlah, bila </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">tidak, kami pun tidak akan memaksakan apa-apa yang tidak kalian sukai." Keduanya </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">terdiam dan menerima tawaran Mush'ab, duduk mendengarkan apa yang dikatakannya. </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Mereka ternyata tidak hanya sekedar tertarik, dengan seketika keduanya </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">bersyahadat ... dan tidak itu saja mereka kembali kepada kelompok masyarakatnya </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">dan mengajak mereka semua memeluk Islam.</span></span></span>

<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Demikianlah, satu persatu kabilah-kabilah di Yastrib menerima Islam. Hampir </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">semua anggota kedua kabilah besar: Aus dan Khajraj, mau dan mampu menerima Islam. </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Gaya hidup terasa mulai berubah di Yastrib. Lingkaran jamaah muslim semakin </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">melebar, hampir di setiap perkampungan ditemui halaqah-halaqah Al-Qur'an.</span></span></span>

<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Potensi ummat telah tergalang, namun demikian Mush'ab tidak lantas merasa </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">berwenang untuk memutuskan langkah da'wah selanjutnya. Untuk itu Mush'ab mengirim </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">utusan kepada RasuluLlah untuk meminta pendapat beliau mengenai langkah da'wah </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">selanjutnya, apakah perlu diadakan "show of force" dengan sholat berjamaah.</span></span></span>

<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Musim haji tiba! Mush'ab bersama tujuh puluh-an muslim Yastrib menuju </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Makkah dengan tujuan utama menemui pimpinannya: RasuluLlah SAW, untuk melaporkan </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">hasil dan problema da'wah di Yastrib, serta mengantarkan para muslimin Yastrib </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">untuk berbai'ah kepada RasuluLlah  SAW. Mush'ab tidak berlama-lama di kampung </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">halamannya, karena tugasnya di Yastrib telah menanti. Beliau segera kembali </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">bersama rombongan menuju ke Yastrib untuk semakin menggiatkan aktifitas da'wah, </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">serta mempersiapkan kondisi bila sewaktu-waktu RasuluLlah dan muslimin Makkah </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">berhijrah ke Yastrib. Penerapan nilai-nilai Islam di Yastrib berjalan mulus, </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">murni dan konsekuen. Kaum Yahudi tidak banyak berbicara, mereka melihat kekuatan </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">muslimin yang semakin besar, sulit untuk dipecah. Singkatnya, saat itu, kota </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Yastrib dan mayoritas penduduknya telah siap secara aqidah dan siyasah (politik). </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Mereka dengan antusias menantikan kedatangan RasuluLlah dan muslimin Makkah.</span></span></span>

<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Akhirnya,  sampailah  para muhajirrin  dari  Makkah  di Madinah ...</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Islam berkembang semakin luas dan kuat. Pada titik ini, bukan berarti </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Mush'ab minta pensiun, karena beliau menyadari bahwa tugas seorang da'i tak </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">kenal henti. Beliau tetap terlibat aktif dalam da'wah dan peperangan. Beliau </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">mendapatkan syahid-nya di medan pertempuran Uhud. RasuluLlah sangat terharu </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">sampai menitikkan air mata ketika melihat jenazah Mush'ab. Kain yang dipakai </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">untuk mengkafaninya tidak cukup, bila ditarik untuk menutupi kepalanya, </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">tersingkaplah bagian kakinya, dan bila di tarik ke bawah, tersingkaplah </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">bagian kepalanya. RasuluLlah  terkenang dengan masa muda pemuda Quraisy </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">ini yang mempunyai puluhan pasang pakaian yang indah-indah. Saat itulah </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">RasuluLlah membaca bagian dari surat al-Ahzab ayat 23:</span></span></span>

<span style="color:#000000;">  <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">"Sebagian mu'min ada yang telah menepati janji mereka kepada</span></span></span>
<span style="color:#000000;">  <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">ALlah, sebagian mereka mati syahid, sebagian lainnya masih</span></span></span>
<span style="color:#000000;">  <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">menunggu, dan mereka memang tidak pernah mengingkari janji."</span></span></span>

<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Mush'ab  bin 'Umair wafat dalam usia belum lagi 40 tahun. Ia masih muda, </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">tidak sempat melihat hasil positif dari kerja akbar yang telah dilakukannya. </span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Semoga ALlah Rabbul Jalil merahmati Mush'ab al-Khair bin 'Umair.</span></span></span></pre>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abustomih.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abustomih.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abustomih.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abustomih.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abustomih.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abustomih.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abustomih.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abustomih.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abustomih.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abustomih.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abustomih.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abustomih.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=37&subd=abustomih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abustomih.wordpress.com/2008/08/19/mushab-bin-umeir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d22fcd0e3d04dec31b7b216cff8f981?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatimah Az Zahra</title>
		<link>http://abustomih.wordpress.com/2008/08/19/fatimah-az-zahra/</link>
		<comments>http://abustomih.wordpress.com/2008/08/19/fatimah-az-zahra/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 01:49:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abustomih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abustomih.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[ Fatimah adalah "ibu dari ayahnya." Dia adalah puteri yang
mulia dari dua pihak, yaitu puteri pemimpin para makhluq Rasulullah
SAW, Abil Qasim, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim.
Dia juga digelari Al-Batuul, yaitu yang memusatkan perhatiannya pada
ibadah atau tiada bandingnya dalam hal keutamaan, ilmu, akhlaq, adab,
hasab dan nasab.
        [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=35&subd=abustomih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><pre style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Fatimah adalah "ibu dari ayahnya." Dia adalah puteri yang</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">mulia dari dua pihak, yaitu puteri pemimpin para makhluq Rasulullah</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">SAW, Abil Qasim, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim.</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Dia juga digelari Al-Batuul, yaitu yang memusatkan perhatiannya pada</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">ibadah atau tiada bandingnya dalam hal keutamaan, ilmu, akhlaq, adab,</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">hasab dan nasab.</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Fatimah lebih muda dari Zainab, isteri Abil Ash bin Rabi' dan</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Ruqayyah, isteri Utsman bin Affan. Juga dia lebih muda dari Ummu Kul-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">tsum. Dia adalah anak yang paling dicintai Nabi SAW sehingga beliau</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">bersabda :"Fatimah adalah darah dagingku, apa yang menyusahkannya juga</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">menyusahkan aku dan apa yang mengganggunya juga menggangguku." [Ibnul</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Abdil Barr dalam "Al-Istii'aab"]</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Sesungguhnya dia adalah pemimpin wanita dunia dan penghuni</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">syurga yang paling utama, puteri kekasih Robbil'aalamiin, dan ibu dari</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Al-Hasan dan Al-Husein. Az-Zubair bin Bukar berkata :"Keturunan Zainab</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">telah tiada dan telah sah riwayat, bahwa Rasulullah SAW menyelimuti</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Fatimah dan suaminya serta kedua puteranya dengan pakaian seraya ber-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">kata :"Ya, Allah, mereka ini adalah ahli baitku. Maka hilangkanlah</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya." ["Siyar</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">A'laamin Nubala', juz 2, halaman 88]</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Dari Abu Hurairah r.a., dia berkata :"Datang Fatimah kepada</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Nabi SAW meminta pelayan kepadanya. Maka Nabi SAW bersabda kepadanya :</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">"Ucapkanlah :"Wahai Allah, Tuhan pemilik bumi dan Arsy yang agung.</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Wahai, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu yang menurunkan Taurat,</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Injil dan Furqan, yang membelah biji dan benih. Aku berlindung kepada-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau kuasai nyawanya. Engkau-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">lah awal dan tiada sesuatu sebelum-Mu. Engkau-lah yang akhir dan tiada</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">sesuatu di atas-Mu. Engkau-lah yang batin dan tiada sesuatu di bawah-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Mu. Lunaskanlah utangku dan cukupkan aku dari kekurangan." (HR. Tirmidzi)</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Inilah Fatimah binti Muhammad SAW yang melayani diri sendiri</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dan menanggung berbagai beban rumahnya. Thabrani menceritakan, bahwa</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">ketika kaum Musyrikin telah meninggalkan medan perang Uhud, wanita-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">wanita sahabah keluar untuk memberikan pertolongan kepada kaum Muslimin.</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Di antara mereka yang keluar terdapat Fatimah. Ketika bertemu Nabi SAW,</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Fatimah memeluk dan mencuci luka-lukanydengan air, sehingga darah</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">semakin banyak yangk keluar. Tatkala Fatimah melihat hal itu, dia</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">mengambil sepotong tikar, lalu membakar dan membubuhkannya pada luka</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">itu sehingga melekat dan darahnya berhenti keluar." (HR. Syaikha dan</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Tirmidzi) Dalam kancah pertarungan yang dialami ut kita, tampaklah</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">peranan puteri Muslim supaya menjadi teladan yang baik bagi pemudi</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Muslim masa kini.</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Pemimpin wanita penghuni Syurga Fatimah Az-Zahra', puteri Nabi</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">SAW, di tengah-tengah pertempuran tidak berada dalam sebuah panggung</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">yang besar, tetapi bekerja di antara tikaman-tikaman tombak dan pukulan-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">pukulan pedang serta hujan anak panah yang menimpa kaum Muslimin untuk</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">menyampaikan makanan, obat dan air bagi para prajurit. Inilah gambaran</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">lain dari pute sebaik-baik makhluk yang kami persembahkan kepadada para</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">pengantin masa kini yang membebani para suami dengan tugas yang tidak</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dapat dipenuhi.</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Ali r.a. berkata :"Aku menikahi Fatimah, sementara kami tidak</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">mempunyai alas tidur selain kulit domba untuk kami tiduri di waktu</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">malam dan kami letakkan di atas unta untuk mengambil air di siang hari.</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Kami tidak mempunyai pembantu selain unta itu." Ketika Rasulullah SAW</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">menikahkannya (Fatimah), belmengirimkannya (unta itu) bersama satu</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">lembar kain dan bantal kulit berisi ijuk dan dua alat penggiling gandum,</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">sebuah timba dan dua kendi. Fatimah menggunakan alat penggiling gandum</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">itu hingga melecetkan tangannya dan memikul qirbah (tempat air dari kulit)</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">berisi air hingga berbekas pada dadanya. Dia menyapu rumah hingga berdebu</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">bajunya dan menyalakan api di bawah panci hingga mengotorinya juga. Inilah</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dia, Az-Zahra', ibu kedua cucu Rasulullah SAW :Al-Hasan dan Al-Husein.</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Fatimah selalu berada di sampingnya, maka tidaklah mengherankan</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">bila dia meninggalkan bekas yang paling indah di dalam hatinya yang</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">penyayang. Dunia selalu mengingat Fatimah, "ibu ayahnya, Muhammad", Al-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Batuul (yang mencurahkan perhatiannya pada ibadah), Az-Zahra' (yang ce-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">merlang), Ath-Thahirah (yang suci), yang taat beribadah dan menjauhi</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">keduniaan. Setiap merasa lapar, dia selalu sujud, dan setiap merasa payah,</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dia selalu berdzikir. Imam Muslim menceritakan kepada kita tentang keuta-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">maan-keutamaannya dan meriwayatkan dari Aisyah' r.a. dia berkata :</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">"Pernah isteri-isteri Nabi SAW berkumpul di tempat Nabi SAW. Lalu</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">datang Fatimah r.a. sambil berjalan, sedang jalannya mirip dengan jalan</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Rasulullah SAW. Ketika Nabi SAW melihatnya, beliau menyambutnya seraya</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">berkata :"Selamat datang, puteriku." Kemudian beliau mendudukkannya di</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">sebelah kanan atau kirinya. Lalu dia berbisik kepadanya. Maka Fatimah</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">menangis dengan suara keras. Ketika melihat kesedihannya, Nabi SAW ber-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">bisik kepadanya untuk kedua kalinya, maka Fatimah tersenyum. Setelah itu</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">aku berkata kepada Fatimah :Rasulullah SAW telah berbisik kepadamu secara</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">khusus di antara isteri-isterinya, kemudian engkau menangis!" Ketika Nabi</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">SAW pergi, aku bertanya kepadanya :"Apa yang dikatakan Rasulullah SAW</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">kepadamu ?" Fatimah menjawab :"Aku tidak akan menyiarkan rahasia Rasul</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Allah SAW." Aisyah berkata :"Ketika Rasulullah SAW wafat, aku berkata</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">kepadanya :"Aku mohon kepadamu demi hakku yang ada padamu, ceritakanlah</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">kepadaku apa  yang dikatakan Rasulullah SAW kepadamu itu ?" Fatimah pun</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">menjawab :"Adapun sekarang, maka baiklah. Ketika berbisik pertama kali</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">kepadaku, beliau mengabarkan kepadaku bahwa Jibril biasanya memeriksa</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">bacaannya terhadap Al Qur'an sekali dalam setahun, dan sekarang dia</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">memerika bacaannya dua kali. Maka, kulihat ajalku sudah dekat. Takutlah</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">kepada Allah dan sabarlah. Aku adalah sebaik-baik orang yang mendahului-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">mu." Fatimah berkata :"Maka aku pun menangis sebagaimana yang engkau</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">lihat itu. Ketika melihat kesedihanku, beliau berbisik lagi kepadaku,</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dan berkata :"Wahai, Fatimah, tidakkah engkau senang menjadi pemimpin</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">wanita-wanita kaum Mu'min  atau ummat ini ?" Fatimah berkata :"Maka aku</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">pun tertawa seperti yang engkau lihat."</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Inilah dia, Fatimah Az-Zahra'. Dia hidup dalam kesulitan, tetapi</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">mulia dan terhormat. Dia telah menggiling gandum dengan alat penggiling</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">hingg berbekas pada tangannya. Dia mengangkut air dengan qirbah hingga</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">berbekas pada dadanya. Dan dia menyapu rumahnya hingg berdebu bajunya.</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Ali r.a. telah membantunya dengan melakukan pekerjaan di luar. Dia ber-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">kata kepada ibunya, Fatimah binti Asad bin Hasyim :"Bantulah pekerjaan</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">puteri Rasulullah SAW di luar dan mengambil air, sedangkan dia akan men-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">cupimu bekerja di dalam rumah :yaitu membuat adonan tepung, membuat roti</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dan menggiling gandum."</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Tatkala suaminya, Ali, mengetahui banyak hamba sahaya telah</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">datang kepada Nabi SAW, Ali berkata kepada Fatimah, "Alangkah baiknya</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">bila engkau pergi kepada ayahmu dan meminta pelayan darinya." Kemudian</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Fatimah datang kepada Nabi SAW. Maka beliau bertanya kepadanya :"Apa</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">sebabnya engkau datang, wahai anakku ?" Fatimah menjawab :"Aku datang</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">untuk memberi salam kepadamu." Fatimah merasa malu untuk meminta kepadanya,</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">lalu pulang. Keesokan harinya, Nabi SAW datang kepadanya, lalu bertanya :</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">"Apakah keperluanmu ?" Fatimah diam.</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Ali r.a. lalu berkata :"Aku akan menceritakannya kepada Anda,</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">wahai Rasululllah. Fatimah menggiling gandum dengan alat penggiling</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">hingga melecetkan tangannya dan mengangkut qirbah berisi air hingga</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">berbekas di dadanya. Ketika hamba sahaya datang kepada Anda, aku me-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">nyuruhnya agar menemui dan meminta pelayan dari Anda, yang bisa mem-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">bantunya guna meringankan bebannya."</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Kemudian Nabi SAW bersabda :"Demi Allah, aku tidak akan memberikan</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">pelayan kepada kamu berdua, sementara aku biarkan perut penghuni Shuffah</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">merasakan kelaparan. Aku tidak punya uang untuk nafkah mereka, tetapi aku</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">jual hamba sahaya itu dan uangnya aku gunakan untuk nafkah mereka."</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Maka kedua orang itu pulang. Kemudian Nabi SAW datang kepada mereka</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">ketika keduanya telah memasuki selimutnya. Apabila keduanya menutupi kepala,</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">tampak kaki-kaki mereka, dan apabila menuti kaki, tampak kepala-kepala</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">mereka. Kemudian mereka berdiri. Nabi SAW bersabda :"Tetaplah di tempat</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">tidur kalian. Maukah kuberitahukan kepada kalian yang lebih baik daripada</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">apa yang kalian minta dariku ?" Keduanya menjawab :"Iya." Nabi SAW bersabda:</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">"Kata-kata yang diajarkan Jibril kepadaku, yaitu hendaklah kalian mengucap-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">kan : Subhanallah setiap selesai shalat 10 kali, Alhamdulillaah 10 kali</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dan Allahu Akbar 10 kali. Apabila kalian hendak tidur, ucapkan Subhanallah</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">33 kali, Alhamdulillah 33 kali dan takbir (Allahu akbar) 33 kali."</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Dalam mendidik kedua anaknya, Fatimah memberi contoh : Adalah</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Fatimah menimang-nimang anaknya, Al-Husein seraya melagukan :"Anakku</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">ini mirip Nabi, tidak mirip dengan Ali."</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Dia memberikan contoh kepada kita saat ayahandanya wafat. Ketika</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">ayahnya menjelang wafat dan sakitnya bertambah berat, Fatimah berkata :</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">"Aduh, susahnya Ayah !" Nabi SAW menjawab :"Tiada kesusahan atas Ayahanda</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">sesudah hari ini." Tatkala ayahandanya wafat, Fatimah berkata :"Wahai,</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Ayah, dia telah memenuhi panggilang Tuhannya. Wahai, Ayah, di surfa Firdaus</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">tempat tinggalnya. Wahai, Ayah, kepada Jibril kami sampaikan beritanya."</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Fatimah telah meriwayatkan 18 hadits dari Nabi SAW. Di dalam</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Shahihain diriwayatkan satu hadits darinya yang disepakati oleh Bukhari</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dan Muslim dalam riwayat Aisyah. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Tirmi-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dzi, Ibnu Majah dan Abu Dawud.  Ibnul Jauzi berkata :"Kami tidak mengetahui</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">seorang pun di antara puteri-puteri Rasulullah SAW yang lebih banyak me-</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">riwayatkan darinya selain Fatimah."</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Fatimah pernah mengeluh kepada Asma' binti Umais tentang tubuh</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">yang kurus. Dia berkata :"Dapatkah engkau menutupi aku dengan sesuatu ?"</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Asma' menjawab :"Aku melihat orang Habasyah membuat usungan untuk wanita</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dan mengikatkan keranda pada kaki-kaki usungan." Maka Fatimah menyuruh</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">membuatkan keranda untuknya sebelum dia wafat. Fatimah melihat keranda</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">itu, maka dia berkata :"Kalian telah menutupi aku, semoga Allah menutupi</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">aurat kalian." [Imam Adz-Dzhabi telah meriwayatkan dalam "Siyar A'laamin</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Nubala'. Semacam itu juga dari Qutaibah bin Said ...dari Ummi Ja'far]</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Ibnu Abdil Barr berkata :"Fatimah adalah orang pertama yang</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dimasukkan ke keranda pada masa Islam." Dia dimandikan oleh Ali dan</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Asma', sedang Asma' tidak mengizinkan seorang pun masuk. Ali r.a.</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">berdiri di kuburnya dan berkata :</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Setiap dua teman bertemu tentu</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">akan berpisah</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dan semua yang di luar kematian</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">adalah sedikit kehilangan satu demi satu</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">adalah bukti bahwa teman itu</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">tidak kekal</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Semoga Allah SWT meridhoinya. Dia telah memenuhi pendengaran,</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">mata dan hati. Dia adalah 'ibu dari ayahnya', orang yang paling erat</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">hubungannya dengan Nabi SAW dan paling menyayanginya. Ketika Nabi SAW</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">terluka dalam Perang Uhud, dia keluar bersama wanita-wanita dari Madinah</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">menyambutnya agar hatinya tenang. Ketika melihat luka-lukanya, Fatimah</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">langsung memeluknya. Dia mengusap darah darinya, kemudian mengambil air</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dan membasuh mukanya.</span></span></span>
<span style="color:#000000;">        <span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Betapa indah situasi di mana hati Muhammad SAW berdenyut</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">menunjukkan cinta dan sayang kepada puterinya itu. Seakan-akan</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">kulihat Az-Zahra' a.s. berlinang air mata dan berdenyut hatinya</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">dengan cinta dan kasih sayang. Selanjutnya, inilah dia, Az-Zahra',</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">puteri Nabi SAW, puteri sang pemimpin. Dia memberi contoh ketika</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">keluar bersama 14 orang wanita, di antara mereka terdapat Ummu</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Sulaim binti Milhan dan Aisyah Ummul Mu'minin r.a. dan mengangkut</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">air dalam sebuah qirbah dan bekal di atas punggungnya untuk memberi</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">makan kaum Mu'minin yang sedang berperang menegakkan agama Allah SWT.</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Semoga kita semua, kaum Muslimah, bisa meneladani para wanita mulia</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">tersebut. Amiin yaa Robbal'aalamiin.</span></span></span>
<span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Wallahu a'lam bishowab.</span></span></span></pre>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abustomih.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abustomih.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abustomih.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abustomih.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abustomih.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abustomih.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abustomih.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abustomih.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abustomih.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abustomih.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abustomih.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abustomih.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=35&subd=abustomih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abustomih.wordpress.com/2008/08/19/fatimah-az-zahra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d22fcd0e3d04dec31b7b216cff8f981?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR</title>
		<link>http://abustomih.wordpress.com/2008/08/17/mahasiswa-unjuk-rasa-di-depan-gedung-dpr/</link>
		<comments>http://abustomih.wordpress.com/2008/08/17/mahasiswa-unjuk-rasa-di-depan-gedung-dpr/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 03:31:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abustomih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abustomih.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA&#8211;MI: Sekitar 100 mahasiswa dari beberapa universitas, termasuk Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (15/8). 
Unjuk rasa yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu berlangsung hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyelesaikan penyampaian pidato kenegaraan dalam Rapat paripurna DPR RI sekitar 11.30 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=32&subd=abustomih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>JAKARTA&#8211;MI:</strong> Sekitar 100 mahasiswa dari beberapa universitas, termasuk Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (15/8). <a href="http://abustomih.files.wordpress.com/2008/08/poto-kota.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-33" src="http://abustomih.files.wordpress.com/2008/08/poto-kota.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" /></a></p>
<p>Unjuk rasa yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu berlangsung hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyelesaikan penyampaian pidato kenegaraan dalam Rapat paripurna DPR RI sekitar 11.30 WIB.</p>
<p>Mahasiswa menyampaikan empat tuntutan yaitu turunkan harga BBM bersubsidi, menuntut profesionalisme dan transparansi kinerja Panitia Hak Angket DPR untuk selidiki keputusan menaikkan harga BBM.</p>
<p>Mahasiswa juga mendesak Presiden menghadiri sidang Panitia Angket DPR sebagai bentuk pertanggungjawaban menaikkan harga BBM. Selain itu, mahasiswa menuntut dilakukan nasionalisasi aset strategis Migas milik bangsa sebagai visi besar menunju kemandirian bangsa.</p>
<p>Koordinator Badan Pengurus BEM se-Indonesia Budianto (Presiden Mahaiswa UGM) menyatakan aksi bukan yang pertama dan terakhir. Mereka menyatakan ikrar keberlanjutan tujuh gugatan rakyat (Tugu Rakyat) untuk mempersamai jalannya pemerintahan yang cerdas dan berkuatitas.</p>
<p>Sementara itu, sekitar 50 mahasisawa UI yang dikerahkan BEM UI, menurut salah satu aktivisnya, Nugroho (mahasiswa Fisip UI Jurusan Krimonologi), mendukung empat tuntutan BEM se-Indonesia. &#8220;BEM harus kembali turun ke jalan,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menyatakan, respon ini merupakan bentuk evaluasi terhadap kinerja pemerintah, dimulai dari naiknya harga BBM, hingga turunnya harga minyak dunia.</p>
<p>Mereka menyatakan, kenaikan harga BBM berhasil menaikkan harga kebutuhan pokok diikuti kesenjangan sosial makin luas, angka kemiskinan meningkat, jumlah pengangguran bertambah, meskipun pertumbuhan ekonomi membaik.</p>
<p>&#8220;Kami menilai indikator ekonomi yang dipaparkan pemerintah adalah semu. Pemerintah gagal menggambarkan kondisi obyektif rakyat sesungguhnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya berkekuatan 1 SSK telah membentengi para pengunjuk rasa. Mahasiswa bertakad bertahan di depan Gedung Parlemen dan mengelilingi komplek parlemen untuk mencegah iring-iringan Presiden. (Ant/OL-01)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abustomih.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abustomih.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abustomih.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abustomih.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abustomih.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abustomih.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abustomih.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abustomih.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abustomih.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abustomih.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abustomih.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abustomih.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=32&subd=abustomih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abustomih.wordpress.com/2008/08/17/mahasiswa-unjuk-rasa-di-depan-gedung-dpr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d22fcd0e3d04dec31b7b216cff8f981?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abustomih.files.wordpress.com/2008/08/poto-kota.jpg?w=200" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Drama SBY, DPR dan Rakyat di depan Gedung DPR</title>
		<link>http://abustomih.wordpress.com/2008/08/17/drama-sby-dpr-dan-rakyat-di-depan-gedung-dpr/</link>
		<comments>http://abustomih.wordpress.com/2008/08/17/drama-sby-dpr-dan-rakyat-di-depan-gedung-dpr/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 03:22:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abustomih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[abustomih bem unj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abustomih.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Aksi teatrikal mewarnai unjuk rasa yang dilakukan Badan Eksekitif Mahasiwa Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jum`at siang (13/8). Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas tersebut menggelar aksi untuk menyikapi pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam aksi teatrikalnya, digambarkan Presiden SBY sedang pidato di gedung DPR yang tengah menebarkan pesona dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=29&subd=abustomih&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_30" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://abustomih.files.wordpress.com/2008/08/demo_bbm.jpg"><img class="size-medium wp-image-30" src="http://abustomih.files.wordpress.com/2008/08/demo_bbm.jpg?w=300&#038;h=187" alt="Abustomih" width="300" height="187" /></a><p class="wp-caption-text">Abustomih</p></div>
<p>Aksi teatrikal mewarnai unjuk rasa yang dilakukan Badan Eksekitif Mahasiwa Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jum`at siang (13/8). Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas tersebut menggelar aksi untuk menyikapi pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.</p>
<p>Dalam aksi teatrikalnya, digambarkan Presiden SBY sedang pidato di gedung DPR yang tengah menebarkan pesona dan anggota DPR yang disuap digambarkan menutup mulutnya dengan uang, sedangkan rakyat yang kelaparan membawa wadah makanan yang kosong.</p>
<p>Mahasiwa dalam aksi tersebut ingin menunjukkan bagaimana realitas yang terjadi di Indonesia pada saat ini. BEM SI dalam aksinya menuntut agar SBY menurunkan harga BBM bersubsidi dan bertanggung jawab atas kebijakan kenaikan BBM melalui hak angket DPR. Mahasiswa juga menuntut DPR agar profesional dan transparansi dalam pelaksaanaan hak angket BBM, serta segera menasionalisasi aset migas di Indonesia.</p>
<p>Abustomih, Koordinator aksi menegaskan bahwa momentum kemerdekaan indonesia 17 agustus 2008 harus mampu mengembalikan kedaulatan rakyat sesungguhnya. salah satunya menurut mensospol BEM UNJ ini adalah dengan APBN Pro rakyat dan Segera Nasionalisasi Aset Strategis bangsa terutama sektor migas.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abustomih.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abustomih.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abustomih.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abustomih.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abustomih.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abustomih.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abustomih.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abustomih.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abustomih.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abustomih.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abustomih.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abustomih.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abustomih.wordpress.com&blog=2376777&post=29&subd=abustomih&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abustomih.wordpress.com/2008/08/17/drama-sby-dpr-dan-rakyat-di-depan-gedung-dpr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d22fcd0e3d04dec31b7b216cff8f981?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abustomih.files.wordpress.com/2008/08/demo_bbm.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Abustomih</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>