h1

tasbih dan keberkahan

8 August 2011

setiap ucapan baik yg dimaksudkan untuk memuliakan Allah adalah tasbih, sebagaimana aku memuji memuja asma-Mu. dalam naungan falaq yg menuju terang cahaya aku bermuhasabah atas perilaku di bulan-bulan lalu. seraya memohon ampunan atas khilaf nan penuh pengharapan atas tasbih dan pemuliaan yg Engkau terima, hambamu yg penuh kebahagiaan yg tiada henti Kau sebarkan ke seantero jagad semesta. Allahumma Ya Allah Ar Rahmaanirahiim… Robbighfir Robbana zholamna anfusana wa ilamtaghfirlana wa tarhamna Ya Kariiim..

h1

cerpen aktivis

22 May 2011

hari ini sy buat cerpen. cerpen singkat ttg aktivis 98 yang pernah merayakan kemenangan rakyat ttg reformasi. sejurus 13 tahun kemudian saat tengah terjebak macet dalam kopaja yg sumpek didpn senayan sebuah gedung bersejarah dimana dia dan kawan2nya berlonjak lonjak saat selebrasi runtuhnya rezime soeharto 21 mei 1998. keadaan memburuk saat dia msh mjd orang terpinggirkan dan terlupakan. tak bisa mencari pekerjaan karena tak pernah bs dapat skck krn terlalu sering di bui saat orde baru meski ia adalah srjna

h1

test post

3 May 2011

35 hr menuju rinjani

h1

sandal jepit, jaket belel dan jabatan. part 2

7 January 2011

meninggalkan kelelahan krn semalaman tak bisa tdr kedinginan dlm kereta eksekutif berpendingin super. kereta yang harga tiketnya sama dgn harga tiket pesawat. dgn kelelahan yg sangat, aku menunggu sapaan supir taksi menawarkan taksinya padaku… agar lbh cepat sampai ke hotel atau penginapan untuk saat riuh menawarkan jasa terdengar suara berbisik sesama supir taksi, ” nda usah yg lain bnyk, jaketnya sj bgtu…”
kejadian serupa pernah terulang saat aku datang ke rumah makan mewah tmptku dinner dgn pejabat

h1

sandal jepit, jaket belel, dan jabatan. chapter 1.

7 January 2011

hari yang unik. saat kita hanya sebatas apa yang kita kenakan di kaki kita. mulai dari perusahaan, bank dan supir taksi. tergopoh aku terkantuk seturunnya dari kereta api argo di stasiun tugu. dengan setelan jaket jeans biru belel, kerah sdh tipis krn terlalu sering dipakai. pagi yg tak terlampau cerah saat para supir taksi, ojek dan carry charteran menawarkan jasa dan berebut pelancong yg berduyun keluar stasiun, semua mata mencari mangsa dan menawarkan jasa kepada hampir semua org yg berjalan meninggalkan

h1

aurora borealis

6 January 2011

kilatan warna dalam spektrum langit penuh perlindungan. menatap takdir dalam ribuan milyar galaksi. dalam guratan berkas semburat senarai surya. dalam waktu yang siap digulung tentang kenapa langit terucap lebih dulu dari bumi. niscaya kerana langit bukanlah langit namun pusat kehidupan. saat seberkas nyawa melepas kebumiannya bertransformasi menuju kelangitannya niscaya terbebas dari sempit dimensi menuju keluasan satu berbanding seribu.

h1

serdadu pers

6 January 2011

pers seharusnya mjd lembaga baik. seharusnya mencerdaskan. seharusnya tidak menjadi alat politik. pers harusnya menyayangi negeri ini. pers tak perlu berebut uang sedekah masyarakat. pers harusnya tidak arogan. pers bukan modal. pers bukan uang. pers bukan bualan. kami berharap pers tidak perlu merasa kami bodoh sehingga akan mengikuti provokasi nya. pers yang hidup dan pers yang mencerahkan menginspirasi.

h1

samudera ilmu itu bernama bunda

5 January 2011

inspirasi dari seorang bunda takkan pernah ada habisnya. dialah yang menginspirasi anak negeri untuk meraih impiannya. dialah petani yang menyemai benih harapan dan ego untuk membuktikan diri. dia yang membelai pemuda saat jatuh tersungkur. yang memenuhi langit langit asa jejaka dengan tanggung jawab dan moralitas. yang akan tetap menjadi ibu saat kita salah dan merugi. tetap berdiri menyambut apapun hasil kerja anaknya. menyiapkan sarapan terlezat. bahkan sampai saat anak mereka belajar mjd orang tua.

h1

my first mobile note

3 January 2011

kita sedang menulis novel kehidupan, maka tulislah tiap hari kita dengan kelembutan hati dan kekuatan tekad. menulis takdir kita dengan impian dan ekspektasi terbesar, minimum declare, usaha maksimal. semoga hidup kita yang hanya sebentar mampu bertahan dalam umur sosiologis kita. bukan karena kita ingin di ingat namun agar kelak org tak perlu mengulangi kesalahan manusia.

h1

resistensi pemikiran

21 March 2010

detik berlalu bersama serpihan angin zaman. mengantarkan peradaban indonesia pada paradoks dimensional antara cita-cita luhur tentang indonesia yang adil dan makmur dengan kondisi hari ini yang kian jauh dari semua itu.kekayaan mineral sampai maritim negara ini blum mampu memberi kesejahteraan yang diharapkan.pedesaan menjadi tepi marjinalitas yang terlupakan terbungkus mimpi anak desa yang kian suram tertinggal zaman.kemelaratan sudah menjadi baju bangsa ini.sejauh apapun hal ini ditolak presiden tapi inilah nyata kulit kita.semakin melekat baju itu hingga tak urung disebut kulit bangsa kita sendiri.

dera kesusahan disela semangat ke-bisa-an menjadi pelipur dan harapan yang coba di cercahkan dilangit indonesia agar tak mati api yang kian basah. permasalahan bangsa ini sangat berkaitan dengan mentalitas. sedang mentalitas muncul selain karena perilaku bangsa itu secara umum juga besar dipengaruhi media dalam membentuk opini publik tentang diri mereka.

pers memiliki sejarahnya sendiri yang panjang dan mengesankan.mulai dari corong informasi dan penyebar wabah berita pemberontakan massal bangsa ini atas nama indonesia merdeka semasa kolonial dulu. saat itu pers yang diwakili surat kabar dan radio menjadi basis komunikasi dan informasi antara para pejuang dengan rakyat begitupun sesama pejuang. gerbong kereta menjadi candi berjalan yang kaya makna sejarah perjuangan panjang pers meniadakan keterputusan informasi.

namun kini paradoks terjadi pasca alam reformasi telah tersuguh.pemilik modal setidaknya telah menjadikan pers sebagai alat kekuasaan.demikian mampu kapital membuat informasi menjadi teror logika masyarakat yang membidik informasi yang di inginkan menjadi paradigma publik.lihat saja peran pers memutar balikkan perhatian masyarakat hanya dalam sehari bahkan kurang. kasus pembalikan wacana publik ini ditengarai dilakukan pemimpin negara ini sebagai bagian dari operasi intelijen, kadang sebuah kasus sengaja dimunculkan untuk membungkam pemberitaan tentang kasus lain yang lebih “membahayakan negara”. disatu sisi dibenarkan di sisi lain membodohi.

Israel dalam gerakan zionisme internasionalnya menganggarkan target menguasai cengkraman dunia baru melalui pers.kasus holocaust yang belum pasti benarnya dijadikan pemutar balik fakta dan wacana tentang israel yang dulu bangsa eropa mengenal israel sebagai kaum licik, pengkhianat dan dibenci, semerbak pasca pemberitaan holocaust membuat propaganda israel menjadi sebuah bangsa yang ditempatkan sebagai orangorang yang patut dikasihani, sebagai kaum cerdas, kaum intelek bahkan atas pembantaiannya terhadap negara palestina. pemberitaan pembantaian di hebron palestina, pembunuhan bayi-bayi, pengeboman rumah sakit dan ambulance menjadi pemberitaan bisu. beda halnya dengan pembunuhan ratusan warga palestina yang tengah sholat oleh seorang yahudi bersenjata otomatis yang menembak membabi buta, akhir kasus ini Goldstein sang pembunuh massal dianggap gila, closed chase.

gila bukan? ya,sinting bahkan. sangat penting peran pers bahkan dalam revolusi venezuela presiden hugo chavez yang dicintai rakyatnya yang dibenci amerika karena membagikan 80% hasil minyaknya pada rakyat miskin, mengusir pemilik modal agar angkat kaki dari negara kaya minyak itu termasuk investor besar amerika yang tidak lagi bisa membeli minyak dengan harga Rp. 500 perliter untuk jenis yang setara pertamax.apa yang dilakuakan amerika adalah menjalankan operasi intelijen dengan membeli hak siar channel TV swasta yang semua dikondisikan menggambarkan kondisi yang tidak seimbang bahwa rakyat membenci chavez. sampai chavez berhasil dijatuhkan secara inkonstitusional.dan tahukah, akhirnya dengan channel 8 yang setara dengn TVRI di venezuela pendukung chavez mampu membalikkan keadaan.

kawan informasi dan pers adalah tulang punggung bangsa ini untuk menjaga kestabilan negara.akan tetapi jika persepsi tentang membahayakan negara hak miliknya menjadi hak milik penguasa maka akan menjadi one dimentional condition.dalam perspektif manapun negara adalah alat kesejahteraan bukan tujuan kekuasaan.gerakan hari ini yang menginginkan menjadi second opinion harus mampu mengalahkan determinasi ini, atau setidaknya mampu mengimbangi kalaupun tak bisa minimal mampu mencari celah yurisdiksi pers agar tetap berjalan pada kaidah pers. dan pada akhirnya semua kembali kepada kecerdasan masyarakat indonesia menilai kondisi hari ini, contoh sederhana saat ini masyarakat sudah cukup cerdas membaca pengalihan isu dari kasus century menjadi kasus terorisme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.